Kekurangan Teknologi Fuel Cell Yang Harus Anda Ketahui

By | Mei 24, 2020

Kekurangan teknologi fuel cell – Seiring perkembangan zaman yang semakin pesat, maka tidak dipungkiri segala bidang mengalami kecanggihan. Mulai dari kecanggihan teknologi sampai kecanggihan komunikasi.

Kecanggihan tersebut bisa berupa teknologi fuel cell dan hadirnya beragam model hp dengan aplikasi seperti halnya whatsapp. Bagi Anda yang belum tahu cara membuat akun Whatsapp bisa cari langkah mudahnya blog ini.

Kekurangan Teknologi Fuel Cell

Kekurangan teknologi fuel cell
Kekurangan teknologi fuel cell

Fuel cell merupakan salah satu jenis teknologi canggih. Temuan terbaru mengenai teknologi ini merupakan konverter di mana bisa mengubah hidrogen dan oksigen menjadi air dengan sekali proses sehingga menghasilkan energi listrik. Limbah fuel cell nantinya berupa listrik, air dan panas yang timbul akibat proses konversi.

Jadi, ada beberapa kekurangan dari fuel cell. Simak uraian berikut agar lebih jelasnya.

Hidrogen

Mulanya kekurangan berada pada bagian hidrogen fuel cell. Hidrogen tersebut sulit diproduksi dan disimpan. Untuk memproduksi hidrogen dapat dikatakan menghabiskan banyak biaya serta butuh pasokan energi yang lebih besar. Oleh karena itu banyak negara yang menggunakan alternatif lainnya untuk produksi hidrogen dengan cara teknologi reforming hidrokarbon atau fosil. Serangkaian kegiatan tersebut dilakukan agar dapat menghasilkan hidrogen dalam jumlah banyak. Meskipun demikian cara ini ternyata hanya digunakan ketika masa transisi menuju produksi hidrogen dari air yang efisien. Jadi, tidak bisa dinobatkan sebagai alternatif permanen.

Sensitif pada Kontaminasi Zat Asing

Teknologi fuel cell membutuhkan hidrogen murni, bebas dari pengaruh zat asing lainnya. Zat asing tersebut bisa berupa sulfur, campuran dari senyawa karbon dan lainnya. Zat asing diwaspadai karena dapat menonaktifkan katalisator yang ada di dalam fuel cell dan dapat menghancurkannya secara efektif. Mesin kalor pembakaran dalam atau internal combustion engine apabila tidak sengaja masuk zat asing maka akan menghalangi konversi energi melalui proses pembakaran.

Harga Katalisator Platinum Mahal

Fuel cell diaplikasikan pada industri otomotif sehingga membutuhkan katalisator yang berupa platinum. Hal tersebut dibutuhkan agar dapat membantu reaksi pembangkitan listrik. Platinum sendiri merupakan logam yang termasuk jarang ditemukan serta dihargai dengan sangat mahal. Cadangan platinum di dunia diperkirakan hanya sekitar 100 juta kg.

Saat ini teknologi fuel cell dengan kapasitas 50 kW membutuhkan 100 gram platinum untuk digunakan sebagai katalisator. Apabila teknologi tersebut berjalan lancar maka bisa dipastikan pada tahun 2030 platinum diperkirakan sudah tidak dapat ditemukan lagi. Jadi, sangat dibutuhkan penelitian selanjutnya agar bisa menemukan jenis katalisator alternatif permanen.

Pembekuan

Ketika dioperasikan, panas yang dihasilkan oleh fuel cell berguna mencegah pembekuan pada temperatur normal lingkungan sekitar. Lain halnya apabila lingkungan sekitar memiliki temperatur sangat dingin yakni antara -10 hingga -20 derajat celcius maka air murni yang dihasilkan bisa membeku dalam fuel cell. Maka dari itu desain sistem perlu diperhatikan agar dapat menjaga fuel cell dengan temperatur normal ketika dioperasikan.

Itulah penjelasan singkat mengenai kekurangan teknologi fuel cell.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *